Implementation of Green Chemistry in the Community through Training on Making Washing Soap from Waste Cooking Oil [Implementasi Green Chemistry dalam Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci dari Minyak Jelantah]
Keywords:
kimia hijau; pelatihan; sabun cuci; minyak jelantahAbstract
Tingginya penggunaan minyak goreng di Indonesia mengakibatkan produksi limbah minyak jelantah semakin banyak. Biasanya, masyarakat langsung membuang minyak jelantah ke lingkungan tanpa melalui pengolahan. Hal itu, berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan maupun lingkungan. Oleh sebab itu, diadakan pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah sebagai implementasi dari green chemistry. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembuangan limbah minyak jelantah dengan cara yang tidak tepat serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pelatihan tersebut diikuti oleh 25 orang ibu rumah tangga yang tergabung dalam Komunitas Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Pelaksanaan kegiatan terdiri atas lima tahapan meliputi observasi, perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Secara umum, pelatihan pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah dapat memperkaya pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya dari minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan. Peserta berhasil membuat sabun cuci dengan bahan minyak jelantah melalui proses saponifikasi. Sabun yang dihasilkan memiliki pH yang aman untuk digunakan dan teruji dapat membersihkan kotoran. Peserta juga memberikan respons yang positif terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan karena pelatihan tersebut menambah keterampilan bagi para ibu rumah tangga dalam mengolah limbah minyak menjadi produk yang bermanfaat.
The high use of cooking oil in Indonesia has resulted in the huge production of waste cooking oil. Typically, people release waste cooking oil directly without processing it. It potentially brings negative impacts on health and the environment. Therefore, training was held on making washing soap from waste cooking oil as an implementation of green chemistry. The training aims to raise public awareness of the dangers of improper disposal of waste cooking oil and to improve community skills in processing waste into useful products. The training was carried out in Lagadar, Margaasih, Bandung Regency, West Java, Indonesia. The training involved 25 housewives who are members of the Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Community. The activity consisted of five stages, including observation, planning, implementation, assistance, and evaluation. In general, training on making washing soap from waste cooking oil can enrich knowledge and raise public awareness of the dangers of waste cooking oil to health and the environment. Participants successfully created soap using waste cooking oil through a saponification process. The resulting soap has a safe pH and has been proven to clean dirt. Participants also gave a positive response to the community service activities conducted because the training increased their skills in processing waste oil into useful products.




