PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN KONSEP FISIKA DALAM KONTEKS KEHIDUPAN NYATA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.18269/w23zge97

Keywords:

model pembelajaran kontekstual, kemampuan aplikasi konsep, gaya dan hukum Newton

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimen tentang ujicoba penggunaan model pembelajaran kontekstual pada pembelajaran materi Gaya dan Hukum Newton untuk menjajagi efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan mengaplikasikan konsep pada konteks kehidupan nyata. Model pembelajaran kontekstual yang digunakan memiliki lima tahapan yaitu Fase 1, Orientasi siswa pada persoalan kontekstual yang relevan; Fase 2, Demonstrasi untuk mengenalkan konsep dan besaran-besaran fisis yang terlibat dalam  fenomena yang ditinjaui; Fase 3, Praktikum secara inkuiri dengan setting  kooperatif menggunakan panduan LKM MPK; Fase 4, Penjelasan fenomena alam yang disajikan pada fase 1 dan perluasan pada fenomena yang lain; Fase 5, Refleksi, penguatan dan tindak lanjut kegiatan. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa-siswi kelas VIII pada salah satu SMP di kabupaten Garut dengan menggunakan desain penelitian randomized control group pretest-posttest. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA Fisika lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan mengaplikasikan konsep dibanding penggunaan model pembelajaran konvensional.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Andi Suhandi, Indonesia University of Education

    Physics

References

Billett, S. (1996) Learning through work, in: H. Rainbird, A. Fuller & A. Munro (Eds) Workplace Learning in Context (London, Routledge).

Crawford, L. M. (2001). Teaching contextually: Research, rationale, and techniques for improving student motivation and achievement. Texas: CCI Publishing, Inc.

Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta: Depdiknas.

Hake, R. R., (1998), Interactive-Engagement Versus Tradisional Methods : A Six-Thousand-Student Survey of Mechanics Tes Data For Introductory Physics Course, Am. J. Phys. 66 (1) 64-74

Haury, David L. (1993). Teaching science through inquiry. ERIC/CSMEE Digest, Columbus, Ohio.

Hinrichsen, J., Peixotto, K., (1999) Science Inquiry Model Validation Study, Northwest Regional Educational Laboratory.

Johnson, B. E. (2002). Contextual teaching and learning: why it is and why it is here to stay. California: Sage Publications Ltd..

Lawson, A. (1995). Science Teaching and the Development of Thinking. Belmont, CA: Wadsworth Publishing Co.Mayers, P., Csikszentmihalyi, M., & Larson, R. (1978). The daily experience of high school students. Paper presented at the annual meeting of the American Educational Research Association, Toronto.

Morgendoller, (2000). Effectiveness of different course component in driving gains in conceptual understanding, Cambridge, Internal report, Departement of Physics at MIT [on-line] URL : http://torrseal.mit.edu/effedtech/

Nurhadi (2002), Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning), Jakarta, Depdiknas : Dirjen Dikdasmen

Downloads

Published

24-12-2003

How to Cite

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN KONSEP FISIKA DALAM KONTEKS KEHIDUPAN NYATA. (2003). Jurnal Pengajaran Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 4(2), 40-47. https://doi.org/10.18269/w23zge97