LESSON STUDY SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PEMBINAAN (SUPERVISI) GURU DI SEKOLAH DALAM USAHA MEWUJUDKAN GURU PROFESIONAL
DOI:
https://doi.org/10.18269/jpmipa.v8i2.35373Keywords:
pembinaan guru, pimpinan sekolah, kesejawatan, lesson study, tahap tahap lesson study, peersupervisionAbstract
Hambatan pelaksanaan pembinaan (supervise) terhadap para guru di sekolah kerap kali ditemui pimpinan sekolah. Kesediaan para guru untuk disupervisi seringkali menjadi kendala utama, demikian pula untuk menentukan kapan saat yang tepat untuk pelaksanaanya. Kegiatan lesson study merupakan salah satu alternative yang dapat digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Tahap-tahap lesson study yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan refleksi merupakan saat yang tepat untuk para pimpinan sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor. Melalui lesson study semua komponen sekolah dengan semangat kesejawatan (collegiality) melakukan peerevaluation dan peersupervision untuk meningkatkan keprofesionalannya dalam melaksanakan pembelajaran. Lesson study memiliki peluang yang cukup baik dalam usaha peningkatan kualitas pembelajaran yang akan sejalan dengan meningkatnya keprofesionalan guru. Satu hal yang harus diperhatikan adalah kesinambungannya agar efektivitas lesson study dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dapat dibuktikan.
Downloads
References
Chokshi, S., Ertle, B., Fernandez, C., Yoshida, M. (2001) Lesson Study Protocol, Lesson Study Group.
Chokshi, S. and Fernandez, C., (2004) Challenges to Importing Japanese Lesson Study: Concerns, Misconceptions, and Nuances, Phi Delta Kappa International
Hinduan, (2005), Meningkatkan Profesionalisme Guru IPA Sekolah, Makalah Seminar Nasional Pendidikan IPA II Himpunan Sarjana dan Pemerhati Pendidikan IPA Indonesia: "Membangun Pendidikan IPA Masa Depan yang Kompetitif”
Lerwis, C. (2002) Does Lesson Study Have a Future in the United State?, Nagoya Journal of Education and Human Development
Lewis, C., Perry, R., Hurd, J., (2004) A Deeper Look at Lesson Study is Not Just about Improving a Single Lesson. It’s About Building Pathways for Ongoing Improvement of Instruction, Educational Leadership
NCSESA, (1992). National Science Education Standards: A Sampler Washington DC: National Research Council
NSES, _______. National Science Educational Standard. Washington DC: National Academy press
NSTA, (1998). Standard for Science Teacher Preparation.
Satori, D. (1989), Pengembangan Model Supervisi Sekolah Dasar, Disertasi Doktor, Fakultas Pasca Sarjana-IKIP Bandung
Teriska, R., (2005), Peran LPMP Jawa Barat dalam Pemberdayaan Guru sains, Sebuah Upaya untuk Menyelesaikan Permasalahan Guru sains di Jawa barat, Makalah Seminar Nasional Pendidikan IPA II Himpunan Sarjana dan Pemerhati Pendidikan IPA Indonesia: “Membangun Pendidikan IPA Masa Depan yang Kompetitif”
Tim Pengembang SKGP SMP-SMA (2003), Standar Kompetensi Guru Pemula, Depdiknas-Dirjen Pendidikan Tinggi Bagian Proyek P2TK
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
