MINYAK ATSIRI SEBAGAI TEACHING MATEMAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN KIMIA
DOI:
https://doi.org/10.18269/jpmipa.v8i2.35695Keywords:
Teaching material,, pembelajaran, minyak atsiriAbstract
Minyak atsiri merupakan salah satu bahan ekspor non migas andalan Indonesia. Namun harga senyawa turunan minyak atsiri yang diimpor ke Indonesia jauh lebih mahal daripada harga minyak atsiri yang dieskpor. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah telah menetapkan penelitian bidang minyak atsiri merupakan topik penelitian unggulan saat ini. Minyak daun cengkeh, minyak sereh, minyak terpentin, minyak pefinen, minyak nilam, dan minyak akar wangi merupakan beberapa contoh minyak atsiri yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Minyak atsiri awalnya digunakan sebagai bahan pewangi, parfum, obat-obatan, dan bahan aroma makanan. Dalam perkembangan sekarang hasil sintesis senyawa turunan minyak atsiri dapat digunakan sebagai feromon, aditif biodisel, antioksidan, polimer, aromaterapi, penjerap logam, sun screen block dan banyak lagi kegunaan lainnya. Pendidikan merupakan salah satu media strategis yang dapat digunakan untuk mempercepat transfer ilmu. Penggunaan bahan lokal sebagai teaching material dengan pendekatan life skill banyak disarankan dalam proses pembelajaran kimia. Pada makalah ini akan dibahas konsep-konsep kimia minyak atsiri dan penerapannya dalam pembelajaran kimia, YanE diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan terhadap pemanfaatan komponen senyawa minyak atsiri lebih lanjut. Ilmu kimia sebagai produk dan proses sains berimpilikasi terhadap proses pembelajaran yang dikembangkan. Agar minyak atsiri dapat digunakan sebagai teaching material dalam proses pembelajaran kimia, maka kajian minyak atsiri harus memenuhi pada kedua kriteria tersebut. Pada pembahasan yang dilakukan ditemukan bahwa sebagai produk dan proses, minyak atsiri merupakan bahan dasar yang dapat digunakan untuk mendapatkan produk-produk yang lebih bermanfaat yang terus diteliti oleh para ahli kimia sampai saat ini. Banyak konsep kimia yang dapat dijelaskan dengan mengunakan minyak atsiri sebagai teaching material, seperti konsep isolasi, pemurnian, analisis, dan berbagai macam jenis reaksi. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa Kimia minyak atsiri mengandung konsep-konsep kimia yang dapat digunakan sebagai teaching materialdalam proses pembelajaran kimia. Pembelajaran kimia dengan menggunakan contoh proses dan reaksi yang berhubungan dengan minyak atsiri akan meningkatkankebermaknaan belajar.
Downloads
References
Muroi, H., Kubo, A. and Kubo, I.,1993, "Antimicrobial Activity of Cashew Apple Flavor Compounds", J. Agric. Food Chem.,4l, 1106-1109.
Mussinan, C.T., Mookherjee, 8.D., Vock, M.H.,Vinals, J.F., Kiwala, J., and Schmitt, F.L., 1980, "Preparation of a caryophyllene Alcohol Micture", U S. Pat.,4,229,599.
Opdyke, D.L.J., 1974, "Monographs on Fragrance Raw Materials Caryophyllene Acetate", Food Cosmet. Toxicol., 12, 841, Llhat Chem. Abstr., 86, 364.
Sastrohamidjojo, H., 1981, A Study of Some Indonesian Essential Oils, Disertasi, FMIPA UGM, Yogyakarta ,2000, The Prospect of Indonesian Essential Oils, FMIPA UGM, Yogyakarta, 1-25.
Siddiqui, M.S., Sen, T., Migan, M.C., and Datta, C.,l975, "Isolation of Alcoholic Constituens of the Oil of Citronella (Java) by Sodium Complex Method", Parfumeric and Cosmetic, 56, 194-195
Tahid and Connolly, J.D., 1994, "Computer-Assisted Structure Elucidation of Humelene Epoxide and Caryophyllene Epoxide Mixture of Turraea Brownii", JKTI, 4, 45-47 .
Wijesekara, R.O.B., 7973, "The Chemical Composition and Analysis of Citronella Oils", Journal of the Netionql Science Council of Srilanka, 1, 67 -87
Zheng, G.Q., Kenney, P.M. and Lam, L.K.T., 1992, "Sesqueterpenes from Clove (Eugenia caryophyllata) as Potential Anticarcinogenic Agents", J. Nat. Prod.,55, 999-1003
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
