MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Authors

  • Budiyanto A.M STKIP Siliwangi Bandung Author
  • Euis Eti Rohaeti STKIP Siliwangi Bandung Author

DOI:

https://doi.org/10.18269/jpmipa.v19i2.36176

Keywords:

Berpikir kreatif, kemandirian belajar, PBL, creative thinking, self regulated learning

Abstract

This study was a quasi experiment research with pretest-posttest experimental control group design conducted in 2014 by using Problem Based Learning (PBL) to investigate mathematical creative thinking  ability and self regulated learning. Subject of this study  were  93 eleventh grader from a senior high school in Karawang. The instruments of this study were a mathematical creative thinking essay test, a self regulated learning scale, and a students’ perception on PBL scale. The results showed that in terms of mathematical creative thinking ability, the grade of students taught by PBL (high level) was better than the grade of  students taught by conventional teaching (medium level). In terms of self regulated learning, there was no grade difference between students taught by PBL with students taught by conventional teaching, in which those grades were fairly good. Findings also suggested that there was association between mathematical creative thinking ability and self regulated learning and students have positive opinion toward PBL.

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest kelompok kontrol eksperimental yang dilakukan pada tahun 2014 dengan menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL) untuk menginvestigasi kemampuan berpikir kreatif matematis dan kemandirian belajar siswa SMA. Subjek penelitian ini adalah 93  orang siswa kelas 11 pada sebuah SMA di Karawang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah  tes berpikir kreatif matematis, skala dan sikap tentang kemandirian belajar. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang mendapat pendekatan PBL (berada pada level baik)  lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran  konvensional (berada pada level sedang). Tidak terdapat perbedaan kemandirian belajar  siswa pada kedua kelompok pembelajaran, dan  keduanya berada pada level cukup baik. Selain itu terdapat asosiasi yang cukup antara kemampuan berpikir kreatif matematik dan kemandirian belajar siswa dimana siswa jugamenunjukkan persepsi yang positif terhadap pembelajaran berbasis masalah. 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Budiyanto A.M, STKIP Siliwangi Bandung

    Mathematics

  • Euis Eti Rohaeti, STKIP Siliwangi Bandung

    Mathematics

References

Budiyanto, A.M. (2014). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis dan Kreatif Matematik serta Kemandirian Belajar Siswa SMA melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. (Tesis). Program Pascasarjana STKIP Siliwangi, Bandung.

Depdikbud (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.

Fahinu (2007). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar Matematik pada Mahasiswa melalui Pembelajaran Generatif. (Disertasi). Sekolah Pasca Sarjana UPI, Bandung.

Hendriana, Rohaeti, E.E. , Sumarmo, U. (2013) Meningkatkan Beragam Hard Siklls dan Soft Skills Matematik Siswa Sekolah Menengah melalui Beragam Pendekatan Pembelajaran. Program Pascasarjana STKIP Siliwangi, Bandung.

Mulyana, T. (2008). Pembelajaran Analitik Sintetik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Atas. (Disertasi). Sekolah Pasca Sarjana UPI, Bandung.

Munandar, U. (1987). Creativity and Education. (Disertasi). Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta.

Ratnaningsih, N (2007). Pengaruh Pembelajaran Kontekstual terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Atas. (Disertasi). Sekolah Pasca Sarjana UPI, Bandung.

Rohaeti, E. E. (2008). Pembelajaran dengan Pendekatan Eksplorasi untuk Mengembangkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama, (Disertasi). Sekolah Pasca Sarjana UPI, Bandung.

Setiawati, E. (2014). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis, Kreatif, dan Habit of Mind Matematis, melalui Pembelajaran berbasis Masalah. (Disertasi). Sekolah Pasca Sarjana UPI, Bandung.

Sumarmo, U. (2006). Kemandirian Belajar: Apa, Mengapa Dan Bagaimana Dikembangkan pada Peserta Didik. Makalah disajikan pada Seminar Pendidikan Matematika di UNY tahun 2006 dan dilengkapi untuk bahan ajar Perkuliahan Isu Global dan Kajian Pendidikan Matematika di SPs UPI, Februari 2011.

Sumarmo, U. (2012a). Pendidikan Karakter serta Pengembangan Berpikir dan Diposisi Matematik dalam pembelajaran Matematika. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan Matematika, tanggal 25 Februari 2012, Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang NTT.

Sumarmo, U, Hidayat, W., Zulkarnaen, R, Hamidah, Sariningsih, R. (2012b). Laporan Penelitian Mengembangkan Kemampuan dan Disposisi Berpikir Logis, Kritis, Dan Kreatif Matematis Siswa SMA melalui Pembelajaran Berbasis Masalah dan Strategi Think-Talk-Write. STKIP Siliwangi Bandung. Makalah dimuat dalam Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 17, No.1, 17-33, April 2012.

Sumaryati, E. (2013). Induktif-Deduktif disertai Strategi Think-Pair-Square-Share untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA. (Tesis). Sekolah pascasarjana UPI, Bandung.

Suparno, P (1997). Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Wardani, S. (2010). Meningkatkan kemampuan berfikir kreatif dan disposisi matematik siswa SMA melalui pembelajaran dengan pendekatan model Sylver. (Disertasi). Sekolah Pasca Sarjana UPI, Bandung.

Yonandi (2010). Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematik melalui Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Komputer pada Siswa Sekolah Menengah Atas. (Disertasi). Sekolah Pasca Sarjana UPI, Bandung.

Downloads

Published

20-10-2014

How to Cite

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH. (2014). Jurnal Pengajaran Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 19(2), 166-172. https://doi.org/10.18269/jpmipa.v19i2.36176