MODEL PEMBELAJARAN PREDIKSI, OBSERVASI, DAN EKSPLANASI (POE) PADA PEMBELAJARAN KONSEP SEL VOLTA

Authors

  • Yunita Yunita UIN Bandung Author

DOI:

https://doi.org/10.18269/jpmipa.v19i2.36185

Keywords:

Kemampuan Prediksi, Observasi, Eksplanasi, pembelajaran konsep sel volta, Prediction, Observation, Explanation ability, learning voltaic cell concept

Abstract

The aim of this study was to implement Prediction, Observation, and Explanation (POE) learning model for learning the concept of voltaic cell, in which research method used was classroom research method. Research samples were 30 XII-Science class students from one of senior high school in Bandung. Quantitative data was obtained from cognitive test which subsequently analyzed descriptively, while qualitative data was obtained from students’ interview which subsequently described. Results showed that average of overall Prediction, Observation, and Explanation ability was 71.60 in which the average for Prediction ability was 60.70 (Fair), Observation ability was 88.00 (Very Good), and Explanation ability was 66.00 (Good). Cognitive ability in calculating cell potential, in ranking reduction potential (from the strongest to the weakest), and in determining non-spontaneous reaction according to voltaic cell circuit picture, were still poor. Factors influencing Prediction, Observation, and Explanation (POE) learning model for learning the concept of voltaic cell were 1) limited mastery of prerequisite concepts about redox reaction, 2) inability to integrate concept before and after learning and 3) unfamiliarity with POE learning model.   

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran Prediksi, Observasi, dan Eksplanasi (POE) dalam pembelajaran konsep sel volta, dimana metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kelas. Sampel penelitian adalah 30 siswa kelas XII IPA di salah satu sekolah di Kota Bandung. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kognitif yang kemudian dianalisis secara deskriptif, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara yang kemudian diolah dengan cara dideskripsikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa  kemampuan Prediksi, Observasi, dan Eksplanasi (POE) secara umum mencapai nilai rata-rata 71,60 dengan rincian nilai rata-rata kemampuan Prediksi 60,70 termasuk kategori cukup, Observasi 88,00 termasuk kategori sangat baik dan Eksplanasi 66,00 termasuk kategori baik. Kemampuan kognitif dalam menghitung potensial sel, mengurutkan daya pereduksi (dari yang paling kuat ke paling lemah), dan menentukan reaksi yang berlangsung tidak spontan berdasarkan gambar rangkaian sel volta, masih tergolong kurang. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran konsep sel volta dengan menggunakan model pembelajaran POE adalah 1) kurangnya penguasaan akan konsep prasyarat tentang reaksi redoks, 2) tidak mampu mengintegrasikan konsep sebelum dan setelah pembelajaran dan, 3) tidak mengenal model pembelajaran ini sebelumnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Yunita Yunita, UIN Bandung

    Chemistry

References

Anshory, I. (2000). Acuan Pelajaran Kimia SMU Jilid 3. Jakarta: Erlangga

Chang, R. (1998). Chemistry, Sixth Education. USA: McGraw-Hill.

Depdiknas. (2001). Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Kimia SMU. Jakarta: Pusat Kurikulum

Keenan, C. W, dkk. (1996). Kimia Untuk Universitas. (Ed. VI). Jilid II. Jakarta: Erlangga.

Liew, C. W. (2004). The Effektiveness of Predict-Observe-Explain Technique in Diagnosing Students Understanding of Science Identifying Their Level of Achivement. (Tesis). Curtin University Of Technology, Sydney.

Methembu, Z. (2001). Using the Predict-Observe-Explain Technique to Enhance the Students’ Understanding of Chemical Reactions (Short Report on Pilot Study). Makalah pada Annual Meeting of Australian Association for Research in Education.

Muhibbin, S.(2005). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mulyasa. (2009). Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Nelson, S. (1998). Penelitian Kelas, Teori, Metodologi dan Analisis. Bandung: CV. Andiri.

Shyang Lin Huan et al. (2009). Student Dificulties in Learning Electrochemistry. Proc.Natl. Counc. ROC (D). 12, 100-105.

Widyaningtyas, R. (2009). Peranan Guru dalam Melakukan Penilaian Keterampilan Proses. Jurnal Pendidikan dan Budaya.1-3. [Online]. Diakses dari: http://educare.e-fkipunla.net (5 Januari 2014)

Yunita. (2010). Media Pembelajaran. Bandung: Insan Mandiri

Yusa, F. (2007). Penggunaan Media Presentasi Animasi untuk Memperbaiki Miskonsepsi Mahasiswa Pada Pergerakan Arus Listrik Dalam Sel Volta dan Sel Elektrolisis. (Skripsi).

Downloads

Published

20-10-2014

How to Cite

MODEL PEMBELAJARAN PREDIKSI, OBSERVASI, DAN EKSPLANASI (POE) PADA PEMBELAJARAN KONSEP SEL VOLTA. (2014). Jurnal Pengajaran Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 19(2), 241-247. https://doi.org/10.18269/jpmipa.v19i2.36185