Extracurricular Guidance of Tahfiz Using the Tasmi' Method at State Middle School 5 Bukittinggi [Pendampingan Ekstrakurikuler Tahfiz Dengan Menggunakan Metode Tasmi’ Di SMP Negeri 5 Bukittinggi]
Keywords:
Juz 30; Memorizing Al-Quran; Tasmi' MethodAbstract
Seiring dengan kemajuan teknogi dalam penghafalan Al-Quran, minat siswa dalam menghafal juga semakin meningkat. Kegiatan ekstrakurikuler tahfiz menjadi sarana bagi penghafal Al-Quran di SMP Negeri 5 Bukittinggi untuk menambah hafalan. Ekstrakurikuler tahfiz ini telah dilaksanakan selama 2 tahun dan memanfaatkan alat serta teknik yang dapat membantu dan memotivasi siswa yang berpartisipasi. Akan tetapi, meskipun terdapat berbagai metode yang diterapkan dalam pelaksanaan ekstrakurikuler tahfiz ini, belum ditemukan metode yang tepat dan sesuai untuk meningkatkan kualitas hafalan pada siswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendukung peserta didik dalam menguasai keterampilan hafalan Al-Quran dengan baik, serta memperbaiki kualitas bacaan dari ayat-ayat yang dibaca. Berdasarkan observasi awal, ekstrakurikuler tahfiz sudah berjalan cukup lama, namun hanya berfokus pada kuantitas hafalan. Oleh karena itu, perlu adanya pendampingan kualitas hafalan pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tahfiz pada juz 30 dengan menggunakan metode tasmi’. Metode pendampingan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa dapat memperkuat dan mempertahankan hafalan Al-Qur'an agar tidak mudah dilupakan dan meningkatkan kualitas hafalan menjadi lebih baik untuk selanjutnya, baik dari segi makhraj huruf, tajwid maupun waqaf dalam bacaan serta untuk mengetahui kelemahan dalam bacaan dengan mendengarkannya secara langsung dari orang lain. Saran dari kegiatan ini adalah metode tasmi' perlu terus diterapkan dengan pengembangan lebih lanjut yang tidak hanya membuat peserta didik termotivasi untuk menghafal Al-Quran, tetapi juga dapat menjaga hafalan mereka dengan kualitas bacaan yang lebih baik.
Along with the advancement in Quran memorization, student interest in memorizing has also increased. The tahfiz (Quran memorization) extracurricular program serves as a platform for Quran memorizers at SMP Negeri 5 Bukittinggi to increase their memorization. This extracurricular program has been implemented for 2 years, utilizing tools and techniques that can help and motivate participating students. However, despite the various methods applied in the implementation of this tahfiz extracurricular, an appropriate and effective method to improve the students’ memorization quality has yet to be found. The objective of this community service program is to support students in thoroughly mastering the skills to memorize the Quran and to improve the reading quality of the verses. Based on the preliminary observations, while the tahfiz extracurricular has been running for quite some time, it only focuses on the quantity of memorization. Therefore, mentoring is required to enhance the memorization quality of student participating in Juz 30 tahfiz program by employing the Tasmi' method. The mentoring method used is Participatory Action Research (PAR) which consists of three stages: preparation, implementation, and assessment. The result of this program demonstrated that students can strengthen and maintain their memorization of the Al-Qur'an so that it is not easily forgotten. Furthermore, the quality of memorization is improved, both in terms of makharij al-huruf (articulation points of letters), tajweed (pronounciation rules) and waqf (pausing rules). The tasmi’ method also allowed students to identify weaknesses in their recitation by having others listen to them directly. The recommendation from this program is that the tasmi' method should continue to be applied with further development. This will not only motivate students to memorize the Al-Quran, but can also maintain their memorization with better recitation quality.




