Studi Geofisika untuk Menentukan Batas Formasi Jampang dan Formasi Ciletuh di Kawasan Geopark Ciletuh

Authors

  • Cece Solihin Jurusan Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Indonesia
  • Arizal Taufik Jurusan Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Indonesia
  • Firman Hadi Muhamad Jurusan Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Indonesia
  • Rena Denya Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/wafi.v2i2.9373

Keywords:

formasi Jampang, formasi Ciletuh, geolistrik, GPR dan magnetik

Abstract

Kawasan Ciletuh memiliki struktur geologi yang khas dan unik serta memiliki  aneka ragam batuan yang tersebar.  Pandangan umum dari ilmu kebumian kawasan ini sangat menarik untuk dipelajari  karena geologi kawasan ini terbentuk  tidak  lepas dari aktivitas tektonik regional Jawa Barat. Studi geofisika sangat berguna dalam menganalisa struktur geologi bawah permukaan tanah  di kawasan Ciletuh. Metode geofisika yang digunakan bertujuan untuk mengamati dan menganalisis struktur geologi batuan permukaan. Serta, tujuan utama dari penelitian ini untuk menentukan batas formasi Jampang dengan formasi Ciletuh. Penelitian ini  digunakan pengambilan data dengan metode Geolistrik, Magnetik dan Ground Penetrating Radar (GPR) di daerah Tamanjaya, kawasan Ciletuh dengan lintasan yang berbeda. Berdasarkan interpretasi geolistrik pada software Res2Dinv 2D diperoleh struktur bawah permukaan berupa lapisan batuan pasir. Pada hasil interpretasi metode GPR pola perambatan serta kecepatan rambat  gelombang elektromagnetik untuk  dua lintasan  GPR  memiliki perbedaan struktur batuan yaitu batuan pasir kasar, kerikil dan endapan. Sedangkan hasil interpretasi magnetik mengindikasi perbedaan struktur batuan dalam bawah  permukaan berdasarkan anomali magnetik. Berdasarkan geologi regional formasi Jampang bawah didominasi oleh batuan  pasir halus. Sedangkan formasi Ciletuh didominasi oleh batuan  pasir kasar yang berumur lebih tua. Sehingga  batas formasi Jampang  dengan  batas formasi Ciletuh dapat diperkirakan pada lintasan GPR dan Magnetik.

References

Martodjojo, S., (1984). “Evolusi Cekungan Bogor Jawa Barat,” ITB.

Martodjojo, S., Suparka, S., and Hadiwisastra., (1978).“Status Formasi Ciletuh dalam Evolusi Jawa Barat,” Geologi. Indonesia., vol. 5, no. 2.

Reynold, R. M., (1997).“An Introduction to Applied Geophysics,” England, John Wiley Sons, Inc.

Lita, F., (2012).“Identifikasi Anomali Magnetik di Daerah Prospek Panasbumi Arjuna - Welirang,” Universitas Indonesia.

Supriyadi, Khumaedi, and Panca, R. N., (2013).“Pola Sebaran Limbah Tpa Studi Kasus di Jatibarang Semarang,” Jurnal FMIPA Univ. Negeri Semarang, vol.20, no. 1, pp. 49–56, 2013.

Budiono, K., Handoko, Hermawan, U., and Godwin. (2010). “Penafsiran Struktur Geologi Bawah Permukaan di Kawasan Semburan Lumpur Sidoarjo Berdasarkan Penampang Ground Penetrating Radar ( GPR ),” jurnal Geologi. Indonesia., vol. 5, no. 3, pp. 187–195.

Fauziah, siti rofiqoh., (2016). “Metode Pengukuran Ground Penetrating Radar (GPR) Untuk Mendeteksi Pasir Besi di Daerah Pesisir Pantai Kulon Progo Jawa Tengah” UIN Bandung.

Santosa, Bagus jaya.,Mashuri, Sutrisno, Wahyu., Wafi, R.A., Salim, dan R. Armi, (2012). “Interpretasi Metode Magnetik Untuk Penentuan Struktur Bawah Permukaan di Sekitar Gunung Kelud Kabupaten Kediri,” Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasi (JPFA) ITS, vol. 2, no. 1.

Hurun, N., (2016).“Analisis Data Geolistrik Resistivitas Untuk Pemodelan Struktur Geologi Bawah Permukaan Gunung Lumpur Bangkalan” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Beres, M., and Heani, P.F (1991). “Application of The Ground Penetrating Radar Methods in Hydrogeologi Studies” Ground Water, vol. 29, no. 3, pp. 375–386.

Published

2017-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Solihin, C., Taufik, A., Muhamad, F. H., & Denya, R. (2017). Studi Geofisika untuk Menentukan Batas Formasi Jampang dan Formasi Ciletuh di Kawasan Geopark Ciletuh. Wahana Fisika: Jurnal Fisika Dan Terapannya, 2(2), 97-107. https://doi.org/10.17509/wafi.v2i2.9373