Analisis Neraca Air Sungai Bantimurung Kawasan Karst Maros Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Authors

  • Putriani Putriani Prodi Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Muhammad Arsyad Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Indonesia
  • Agus Susanto Prodi Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Vistarani Arini Tiwow Prodi Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/wafi.v9i2.74168

Keywords:

curah hujan, surplus, defisit

Abstract

Penelitian ini menganalisis pola curah hujan dan neraca air di Kawasan Karst Maros, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, dengan menggunakan data curah hujan dan suhu selama 33 tahun (1991-2023) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Hasil penelitian menunjukkan pola curah hujan dipengaruhi oleh musim, dengan puncak curah hujan pada bulan Desember-Februari akibat musim barat, dan terendah pada bulan Juni-Agustus akibat musim timur. Metode Thornthwaite menunjukkan surplus air tertinggi terjadi pada bulan Januari (428,21 mm) dan terendah pada bulan Mei (19,52 mm), sedangkan defisit air mulai terjadi pada bulan Juni (0,37 mm) dan mencapai puncaknya pada bulan September sebesar 73,39 mm. 

References

Subagyono, K., & Surmaini, E. 2007. Pengelolaan Sumberdaya Air Iklim dan Air Untuk Antisipasi Perubahan Iklim. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 37.

Herdian, Andre. 2012. Analisis Spasial Indeks Kekeringan Thornthwaite Mather di Wilayah Garut Jawa Barat. Tugas Akhir SI Institut Teknik Bandung.

Arham, M., Arsyad, M., & Palloan, P. 2015. Analisis Karakteristik Curah Hujan dan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (DAS) Pute Rammang-Rammang Kawasan Karst Maros . Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika (JSPF), 87.

Arsyad, M., Pawitan, H., Sidauruk, P., & Putri, E. I. 2014. Analisis Ketersediaan Air Sungai Bawah Tanah dan Pemanfaatan Berkelanjutan di Kawasan Karst Maros Sulawesi Selatan. Manusia dan Lingkungan, 10.

Pabalik, I., Ihsan, N., & Arsyad, M. 2015. Analisis Fenomena Perubahan Iklim dan Karakteristik Curah Hujan Ekstrim di Kota Makassar. Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika, 69.

Dengo, D. F., Sumarauw, J. S., & Tangkudung, H. 2016. Analisis Neraca Air Sungai Ranowangko. Jurnal Tekno, 1.

Fibriana, Rahmi., Ginting, Yohanes., Ferdiansyah, Erva., & Mubarak, Syahrun. 2018. Analisis Besar atau Laju Evapotranspirasi pada Daerah Terbuka. Agrotekma, 2.

Ariyani, D. 2017. Variabilitas Curah Hujan dan Suhu Udara serta Pengaruhnya Terhadap Neraca Air Irigasi di Daerah Aliran Sungai Ciliwung. Jurnal Irigasi , 99.

Haryono, E., & Adji, T. N. 2004. Pengantar Geomorfologi dan Hidrologi Karst. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Hermawan, E. 2010. Pengelompokkan Pola Awal Curah Hujan Yang Terjadi di Beberapa Kawasan P. Sumatera Berbasis Hasil Analisis Teknik Spektral. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 78.

Hartanto, Priyo. 2017. Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Perhitungan Neraca Air DAS Cidanau Menggunakan Metode Thornthwaite. Ris.Geo. Tam, 213-225.

Kodoatie, R.J. dan Sjarief, R. 2010. Tata Ruang Air. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.

Published

2024-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Putriani, P., Arsyad, M., Susanto, A., & Tiwow, V. A. (2024). Analisis Neraca Air Sungai Bantimurung Kawasan Karst Maros Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Wahana Fisika: Jurnal Fisika Dan Terapannya, 9(2), 133-150. https://doi.org/10.17509/wafi.v9i2.74168