Studi Penentuan Anomali Situs Purbakala di Tapanuli Tengah dengan Metode Geomagnetik

Authors

  • Jamaludin Hasibuan Program Studi Fisika, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Asdiati Berutu Program Studi Fisika, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Halimahtun Sakdiah Program Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Rahmatsyah Rahmatsyah Program Studi Fisika, Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/wafi.v2i1.7040

Keywords:

situs purbakala, metode geomagnet, anomali

Abstract

Penelitian penentuan anomali magnetik situs arkeologi di Tapanuli Tengah dengan metode geomagnetik telah dilakukan untuk mengetahui adanya penampang anomali magnetik di lokasi Lobu Tua. Metode pengukuran Geomagnet menggunakan tipe PPM (Proton Precession Magnetometer) Elsec 770, pengambilan data dilakukan secara acak dengan jumlah titik yang diperoleh 51 titik pengukuran, pengolahan data menggunakan surfer 11 untuk mendapatkan peta kontur dan Mag2DC for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran struktur pelapis Lobu Tua menggunakan metode geomagnet menyebar secara vertikal dan horizontal. Anomali dengan metode geomagnetik memiliki nilai terendah -122,34 nT dan nilai tertinggi adalah -100,34 nT, dan nilai suseptibilitas 0,77, 0,87, 0,91 dimana model anomali permukaan didominasi oleh batuan alluvium sesuai dengan peta geologi.

References

Abadiah, N. S., (2014), Pemanfaatan situs candi brahu sebagai tempat ritual agama Budha setelah tahap pemugaran tahun 1995-2011. Jurnal AVATARA. Vol 2. No 1.

[BPS] Badan Pusat Statistik., (2015), Tapanuli Tengah dalam Angka, BPS Pemkab. Tapanuli Tengah, Pandan.

Galili, M.,Weinstein E., A Ronen Q R., (1988), Elsevier Holocene sea level changes based on submerged archaeological sites off the northern Carmel coast in Argentina, Volume 29, Issue 1.

Guillot, C., (2002), Lobu Tua Sejarah Awal Barus,Yayasan Pustaka Obor.

Guillot, C., (2008), Histoire de Barus: Le Site de Lobu Tua II,EtudearcheologiqueetDocuments,terj. Daniel Perret & Atika Suri Fanani, Barus Seribu Tahun Yang Lalu, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta Selatan.

Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia, (2012),Geophysical Field Camp 2012, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Moussavi, A.S.Y., Rosli S.M., Mokhtar S., dan Asadpour R., (2011), Non-invasive GeophysicalTechniques for Prospecting the Sungai Batu Archaeological Site, Kedah, Malaysia, IPCBEE Vol.17.

Sharma, P.V., (1997), Environmental and Engineering Geophysics, University Press, Cambridge.

Soemantri., dan Dzulkarnaen D.P., (2003), Studi Zona Mineralisasi Emas Menggunakan Metode Geomagnet di Desa Siliwanga Kecamatan Lore Peore Kabupaten Poso,Laporan Kuliah Lapangan Geofisika, Laboratorium Alam Karang Sambung, Kebumen, Jawa Tengah.

Telford, W. M., Geldart, L.P., Sheriff, R, E., dan Keys, D.A., (1976), Applied Geophysics, UniversityPress, Cambridge.

Published

2017-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hasibuan, J., Berutu, A., Sakdiah, H., & Rahmatsyah, R. (2017). Studi Penentuan Anomali Situs Purbakala di Tapanuli Tengah dengan Metode Geomagnetik. Wahana Fisika: Jurnal Fisika Dan Terapannya, 2(1), 1-7. https://doi.org/10.17509/wafi.v2i1.7040