Metode Transformasi Pseudogravity Pada Anomali Magnet Untuk Delineasi Cekungan di Perairan Misool
DOI:
https://doi.org/10.17509/wafi.v6i1.19439Keywords:
magnet, pseudogravity, pemodelan 2D, cekungan, perairan MisoolAbstract
Eksplorasi bawah laut sudah mulai banyak dilakukan di Indonesia untuk mencari cadangan energi. Cadangan energi tersebut banyak berada di daerah cekungan.Wilayah Perairan Misool terdapat kondisi tektonik yang kompleks serta terletak dekat dengan cekungan Salawati yang saat ini sudah menjadi tempat eksplorasi bawah laut sebagai sumber minyak dan gas. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan delineasi cekungan menggunakan metode trans- formasi pseudogravity pada data magnet di perairan Misool. Pengambilan da- ta magnet dilakukan sebanyak 54 lintasan. Data yang dihasilkan kemudian dikoreksi dengan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF. Data yang telah dikoreksi kemudian diolah menggunakan filter transformasi pseudogravity. Hasil transformasi pseudogravity kemudian dibuat model penampang 2D untuk mengetahui kedalaman cekungan. Berdasarkan hasil delineasi cekungan ditemukan 3 subcekungan yang terletak di sebelah utara wilayah penelitian dengan kedalaman 23 km. Sub cekungan tersebut dapat menjadi salah satu reservoir cadangan energi.
References
Bachri, S. (2013). Peran Sistem Tunjaman, Sesar Mendatar Transform dan Pemekaran terhadap sebaran cekungan sedimen di Indonesia. JGSM Vol. 14 No. 1
Bachri, S. (2014). Kontrol Tektonik dan Struktur Geologi Terhadap Keterdapatan Hidrokarbon di Daerah Papua. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, XV (III), 133-141.
Baranov, V. (1964). A New Method For Interpretation of Aeromagnetic Maps: Pseudo-Gravimetric Anomalies. Geophysics, vol 22, 359-83
Blakely, R. (1995). Potential theory in gravity and magnetic applications. Cambridge univ press
Ibrahim, D. (2007).Inventarisasi Batubara Marginal Daerah Pulau Misool Provinsi Irian Jaya Barat. Proceeding Pemaparan Hasil Kegiatan Lapangan dan Non Lapangan Pusat Sumber Daya Geologi
Illahude, D., Rachmat, B. (2011). Pola Anomali Magnet Residual dari Aplikasi Trend Sueface Analysis (TSA) pada Pemetaan Geologi Kelautan Bersistem di Perairan Selat Malaka Sumatera Utara. Jurnal Geologi Kelautan, IX (II), 109-118.
Noor, D. (2014). Pengantar Geologi. Yogyakarta: Deepublish.
Purlisstyowati, L.K., Madlazim, Prastowo, T. (2013).Analisis Tingkat Resiko Gempa Bumi Tektonik di Papua pada Periode 1960-2010. Jurnal Fisika, II (II), 1-5.
Purnomo, W, S,. R, Sandi. (2011). Penyelidikan pendahuluan has dalam batuan serpih daerah Misool Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Prosiding hasil kegiatan pusat sumber daya geologi tahun 2011.
Santosa, B.J., Mashuri, Sutrisno, W.T. (2012).Interpretasi Metode Magnetik Untuk Penentuan Struktur Bawah Permukaan di Sekitar Gunung Kelud Kabupaten Kediri. Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya, II (I), 7-14.
Setiadi, I., Styana, B., Widijono, B. S. (2010). Delineasi cekungan sedimen Sumatra selatan berdasarkan analisis data gaya berat. JSDG vol. 20 No. 2
Tanesib, J. L., Bernandus, Warsito, A., Sianturi, H. L., Taus, S. (2015). Pemetaan Penyebaran Potensi Pasir Besi dengan menggunakan metode geomagnet di daerah Wini (9°02′48′′LS –9°37′36′′LS dan 124°04′02′′BT-124°46′00′′BT) Kabupaten Timor Tengah Utara Nusa Tenggara Timur. Jehunias.
Telford, . M., geldart, l. P., sheriff, r. E., and keys, d. A. (1990). Applied Geophysics. Cambridge university press
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Wahana Fisika: Jurnal Fisika dan Terapannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Licensed: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.