Analisis Zona Gerakan Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner di Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh
DOI:
https://doi.org/10.17509/wafi.v9i1.68570Keywords:
gerakan tanah, metode geolistrik, konfigurasi wenner, resistivitas, kecamatan samigaluhAbstract
Gerakan tanah di Desa Gerbosari berpotensi berdampak pada pemukiman dan fasilitas umum. Informasi mengenai litologi memiliki peran yang penting untuk mitigasi gerakan tanah yang akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi dan zona gerakan tanah dengan metode geolistrik konfigurasi Wenner. Pengukuran geolistrik dilakukan sebanyak 7 lintasan pada zona berpotensi mengalami gerakan tanah. Panjang lintasan yang digunakan 300 m (5 lintasan), 260 m (1 lintasan) dan 240 m (1 lintasan). Pengolahan data menggunakan software Res2Dinv dan Surfer. Hasil pengolahan dari Res2Dinv berupa model penampang 2 dimensi yang menunjukkan nilai resistivitas daerah penelitian yaitu sebesar 0,481-636 Ωm. Daerah dengan zona rentan gerakan tanah yaitu pada resistivitas 0,481-151 Ωm (formasi Kebobutak) dan 0,481-8,52 Ωm (formasi Jonggarangan) yang diduga mengandung lempung dan batu pasir. Zona gerakan tanah tersebar hampir seluruh daerah penelitian, mulai dari kawasan penduduk hingga persawahan pada kedalaman 2,50-62,5 m.
References
Febriarta, E., Larasati, A., Wacano, D., & Suherningtyas, I. A. (2022). Penentuan Zona Kerawanan Gerakan Tanah dengan Metode Heuristik DAS Serang Kabupaten Kulon Progo (Determination of Mass Movement Vulnerability Zone using Heuristic Methods in Serang Watershed Kulon Progo District). Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research), 6(1), 1-20.
Yosenawan, E. (2016). Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Puncak Suroloyo Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Geo Educasia, 1(12).
Andari, Y., dan Yuniyarti, N. A. (2020). Strategi Pengembangan Taman Edukasi Pertanian di Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Pengabdian dan Pengemabangan Masyarakat. 3(2); 471-476.
Maryanto, S. (2009). Mikrofasies Batugamping Formasi Sentolo di Lintasan Hargorejo, Kokap, Kulonprogo. In Proceeding of the 38th PIT IAGI Semarang.
Teknik Geologi. (2016). Geologi Kulonprogo dan Sejarah Geologi Kulonprogo “Asosiasi Batugamping diatas Paleo Vulkanik yang menerobos Endapan Transisi Pasir-Kuarsaan Sisipan Lignit”. Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro.
Surono. (2008). Litostratigrafi dan sedimentasi Formasi Kebo dan Formasi Butak di Pegunungan Baturagung, Jawa Tengah Bagian Selatan. Jurnal Geologi Indonesia. 3(4); 183-193.
Prabowo, R., Sidik, V., dan Prabowo, I, A. (2019). Spatial Analysis and Characteristics of Susceptibility Zone of Mass Movement, Case Study in Samigaluh District, Kulonprogo Regency. In Proceedings Joint Convention Yogyakarta, HAGI – IAGI – IAFMI- IATMI (JCY 2019).
Kurnianto, F. A. (2019). Proses Geomorfologi dan Kaitannya dengan Tipologi Wilayah. Majalah Pembelajaran Geografi. 2(2); 131-147.
Telford, W. M., Geldart, L. P., dan Sheriff, R. E. 1990. Applied Geophysics Second Edition.
Asmoro, C. P., Susanti, H., & Ardi, N. D. (2020). Rekontruksi Set Alat Praktikum Geolistrik pada Matakuliah Eksplorasi Geofisika di Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia. Wahana Fis, 5(2), 125-135.
Sari, D. V., Surtono, A., dan Warsito. (2016). Sistem Pengukuran Suhu Tanah Menggunakan Sensor DS18B20 dan Perhitungan Resistivitas Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner. Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika. 04(01); 83-90.
Hendrajaya, L., dan Arif, A. 1988. Petunjuk Laboratorium Geolistrik Tahanan Jenis
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Wahana Fisika: Jurnal Fisika dan Terapannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Licensed: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.