Pemodelan Lapisan Batuan Bawah Permukaan Kawasan Panas Bumi Menggunakan Metode Geomagnetik (Studi Kasus di Wisata Air Putih, Kabupaten Lebong)

Authors

  • Eko Heru Purwanto Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Andre Rahmat Al Ansory Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Usman Gumanty Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Desi Wulandari Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Refrizon Refrizon Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Hallaudin Hallaudin Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Nanang Sugianto Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Arif Ismul Hadi Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • M. Farid Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Suhendra Suhendra Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Budi Harlianto Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Shela Basaria Purba Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Ripal Zamrawi Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/wafi.v9i1.69878

Keywords:

geomagnetik, IGRF, anomali, manifestasi

Abstract

Penelitian dengan metode geomagnetik di daerah panas bumi air putih Kabupaten Lebong dilakukan menggunakan alat PPM (Proton Precession Magnetometer) G856. Peta distribusi anomali medan magnet total dibuat dengan melewati tahapan reduksi dan koreksi data. Upward Continuation filtering dilakukan untuk memisahkan nilai anomali lokal dan regional pada hasil pemodelan distribusi anomali medan magnet total. Reduction to the Pole (RTP) digunakan untuk menghilangkan data anomali magnetik dari efek distorsi kecenderungan azimuth yang berbeda dari vektor magnetisasi.  Sayatan A-A' dibuat untuk memodelkan struktur bawah permukaan daerah penelitian menggunakan model dua dimensi (2D) berdasarkan temuan pengurangan anomali medan magnet lokal ke kutub. Dari model 2D diketahui bahwa substruktur terdiri dari dua lapis batuan dengan nilai suseptibilitas berbeda yang memanjang hingga kedalaman 1240 meter. dengan nilai suseptibilitas 0,0037 untuk lapisan batupasir dan batulanau pada lapisan pertama dan nilai suseptibilitas 0,2928 untuk batuan andesit-basaltik pada lapisan kedua 

References

Marry, R. T., Armawi, A., Hadna, A. H., & Pitoyo, A. J. (2017). Panas bumi harta karun yang terpendam menuju ketahanan energi. Jurnal Ketahanan Nasional, 23(2), 217-237.

Zhang, Y., Zhang, Y., Yu, H., Li, J., Xie, Y., & Lei, Z. (2020). Geothermal resource potential assessment of Fujian Province, China, based on geographic information system (GIS)-supported models. Renewable Energy, 153, 564-579.

Chang, B., & Starcher, K. (2019). Evaluation of wind and solar energy investments in Texas. Renewable Energy, 132, 1348-1359.

MacIsaac, D. (2009). Sustainable energy—without the hot air. The Physics Teacher, 47(8), 556-556.

Sarkowi, M., Wibowo, R. C., & Mulyatno, B. S. (2021). Wai Selabung geothermal reservoir analysis based on gravity method. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi, 10(2), 45-63.

Surbakti, A. F. H., Oktarina, M., Firdaus, T. P., & Ibrahim, M. M. Preliminary Investigation of Geothermal Potential with Remote Sensing Based on Satellite Imagery: Case Study in Air Putih Area, Lebong Regency, Bengkulu.

Hadi, H., Zubaidah, T., Adnyani, I. A. S., Paniran, P., Kanata, B., & Ratnasari, D. (2020, July). Survey of Geothermal Energy Potential using Geomagnetic Method in Sembalun Timba Gading, Lombok. In Proceeding International Conference on Science (ICST) (Vol. 1, No. 1, pp. 42-47).

El All, E. A., Khalil, A., Rabeh, T., & Osman, S. (2015). Geophysical contribution to evaluate the subsurface structural setting using magnetic and geothermal data in El-Bahariya Oasis, Western Desert, Egypt. NRIAG Journal of Astronomy and Geophysics, 4(2), 236-248.

Ekwok, S. E., Akpan, A. E., & Ebong, E. D. (2019). Enhancement and modelling of aeromagnetic data of some inland basins, southeastern Nigeria. Journal of African Earth Sciences, 155, 43-53.

Dayana, D. N., Wibowo, N. B., & Darmawan, D. (2018). Interpretasi Struktur Bawah Permukaan Jalur Sesar Opak Berdasarkan Model Suseptibilitas dan Second Vertical Derivative dengan Metode Geomagnet. Indonesian Journal of Applied Physics, 8, 88-98.

Zikri, A. M. M., Mayasari, E. D., & Hastuti, E. W. D. (2019). Karakteristik Batuan Vulkanik Berdasarkan Analisis Petrografi Daerah Tangkit Serdang, Tanggamus, Lampung. Applicable Innovation of Engineering and Science Research (AVoER), 135-140.

Sutasoma, M., Susilo, A., Cahyo, R. H. D., & Suryo, E. A. (2021). Identification of Rock Layer Contacts in the Surrounding of the Sutami Dam Using Geomagnetic Methods. GEOMATE Journal, 21(84), 188-193.

Adi, S., & Sunaryo, S. Investigation of Sidoarjo Mud Volcano (“LUSI”) Impact on the Subsurface using Geomagnetic Method at Sidoarjo District, Indonesia.

Utama, W., Warnana, D. D., Bahri, S., & Hilyah, A. (2016). Eksplorasi geomagnetik untuk penentuan keberadaan pipa air di bawah permukaan bumi. Jurnal Geosaintek, 2(3), 157-164.

Jackson, A. (1996). RJ Blakely, 1995. Potential Theory in Gravity & Magnetic Applications. xix+ 441 pp. Cambridge, New York, Port Chester, Melbourne, Sydney: Cambridge University Press. Price£ 40.00, US $59.95 (hard covers). ISBN 0 521 41508X. Geological Magazine, 133(2), 220-221.

Published

2024-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Purwanto, E. H., Al Ansory, A. R., Gumanty, U., Wulandari, D., Refrizon, R., Hallaudin, H., Sugianto, N., Hadi, A. I., Farid, M., Suhendra, S., Harlianto, B., Purba, S. B., & Zamrawi, R. (2024). Pemodelan Lapisan Batuan Bawah Permukaan Kawasan Panas Bumi Menggunakan Metode Geomagnetik (Studi Kasus di Wisata Air Putih, Kabupaten Lebong). Wahana Fisika: Jurnal Fisika Dan Terapannya, 9(1), 47-58. https://doi.org/10.17509/wafi.v9i1.69878