Analisis Korelasi Indeks Penguapan Dengan Sebaran Curah Hujan Di Provinsi Aceh
DOI:
https://doi.org/10.17509/wafi.v7i1.45040Keywords:
curah hujan, indeks penguapan, korelasi, Provinsi Aceh, suhu muka lautAbstract
Laut menjadi sangat penting karena berperan dalam proses terbentuknya awan dan hujan. Perubahan suhu muka laut dapat mempengaruhi kondisi atmosfer, begitu pun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara indeks penguapan di perairan Provinsi Aceh dengan sebaran curah hujan di wilayah Provinsi Aceh. Analisis dihitung berdasarkan parameter indikator suhu muka laut, suhu udara permukaan dan angin zonal permukaan. Analisis hubungan curah hujan dengan indeks penguapan menggunakan metode korelasi yang selanjutnya dispasialkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Aceh memiliki keberagaman pola hujan, tingginya curah hujan terjadi di wilayah tengah sampai ke wilayah barat selatan Provinsi Aceh dimana wilayah ini memiliki topografi tinggi, dan curah hujan semakin rendah ke arah timur dan utara Provinsi Aceh. Indeks penguapan di perairan sekitar Provinsi Aceh dengan persebaran curah hujan menunjukkan nilai korelasi yang sangat bervariasi, secara umum korelasi paling kuat terjadi di bulan Agustus dengan nilai korelasi 0,952 antara curah hujan di pos hujan Lamno dengan indeks penguapan pada grid 17.
References
Harijono, S. W. B. 2008. Analisis Dinamika Atmosfer di Bagian Utara Ekuator Sumatera pada saat Peristiwa El Nino dan Diole Mode Positif Terjadi Bersamaan. Jurnal Sains Dirgantara Vol.5 No.2: 130 – 148.
Aldrian, E., and R.D. Susanto. 2003. Identification of Three Dominant Rainfall Regions within Indonesia and Their Relationship to Sea Surface Temperature. Int. J. Climatol. 23. 1435–1452.
Aldrian, E., 2008, Meteorologi Laut Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi dan Geofisika, Jakarta.
Huang, B., Su, T., Yongping, W., dan Guolin, F., 2020, The Interdecadal Reverse of the Relationship and Feedback Mechanism between Sea Surface Temperature and Evaporation over the Indian Ocean during Boreal Autumn. Journal Of Climate, American Meteorological Society.
Wirjohamidjojo, S., & Swarinoto, Y. 2010. Iklim Kawasan Indonesia (Dari Aspek Dinamik-Synoptik). Jakarta.
Brutsaert, W., Cheng, L., Zhang, L., 2019. Spatial Distribution of Global Landscape Evaporation in the Early Twenty First Century by Means of a Generalized Complementary Approach. Journal of Hydrometeorology, American Meteorological Society.
Sucahyono, D., Pawitan, H., dan Wigena, A.H., 2009, Model Prakiraan Curah Hujan Bulanan di Wilayah Jawa Bagian Utara dengan Prediktor Suhu Muka Laut (SML) dan Outgoing Longwave Radiation (OLR), Jurnal Meteorologi dan Geofisika, Vol 10 No 2 hal: 98-110.
Saji. N. H, B. N. Goswami, P. N. Vinayachandran & T. Yamagata. 1999. A Dipole Mode in The Tropical Indian Ocean. Nature (401):360-363.
Geografi Provinsi Aceh. 2014. dari website resmi Provinsi Aceh: http://www.acehprov.go.id/. Diakses tanggal 20 Desember 2016. 5
Wulandari, A., Muliadi, dan Apriansyah. 2018. Pengaruh Sebaran Uap Air terhadap Curah Hujan di Kalimatan Barat. Jurnal Prisma Fisika Vol.6 No.3: 160-166, Tanjungpura.
Bahri, Syamsul., 2014 Hubungan Indeks Penguapan Perairan Di Sekitar Sulawesi Selatan dengan Sebaran Curah Hujan di Daratannya, BMKG Makassar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Wahana Fisika: Jurnal Fisika dan Terapannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Licensed: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.