Klasifikasi Kelas Tanah dan Indeks Kerentanan Seismik pada Lokasi Jaringan Sensor Seismik di Bali dan Nusa Tenggara
DOI:
https://doi.org/10.17509/wafi.v6i2.35145Keywords:
sensor seismik, HVSR, klasifikasi kelas tanah, indeks kerentanan seismikAbstract
Jaringan sensor seismik BMKG memiliki data sinyal yang merekam setiap getaran di wilayah setempat. Sensor seismik yang tersebar perlu dilakukan analisis klasifikasi kelas tanah dan indeks kerentanan seismik untuk mengetahui kondisi tanah sensor yang berpengaruh pada kualitas hasil analisis parameter gempabumi khususnya magnitudo lokal. Penulisan ini menggunakan data rekaman sinyal sensor seismik BMKG di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Data rekaman sinyal dianalisis dengan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi dominan dan faktor amplifikasi. Hasil analisis HVSR selanjutnya digunakan untuk menghitung dan menentukan klasifikasi jenis tanah dan indeks kerentanan seismik. Dari 26 sinyal yang berhasil dianalisis menunjukan bahwa 18 sensor berada pada batuan keras, 5 sensor pada tanah keras, 1 sensor pada tanah medium, dan 2 sensor pada tanah lunak. Indeks kerentanan seismik tertinggi terdapat pada lokasi sensor DNP dengan nilai 25,328 dan terendah pada sensor RTBI dengan nilai 0,091. Sebagian besar lokasi sensor di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berada pada batuan keras dan memiliki indeks kerentanan seismik yang rendah, sehingga jaringan sensor di wilayah ini dapat memberikan hasil magnitudo lokal yang baik
References
Trnkoczy, A., Bormann, P., Hanka, W., Holcomb, L. G., Nigbor, R. L., Shinohara, M., Shiobara, H., Suyehiro, K. (2012). Site Selection, Preparation and Installation of Seismic Stations. - In: Bormann, P. (Ed.), New Manual of Seismological Observatory Practice 2 (NMSOP-2), Potsdam: Deutsches Geo Forschungs Zentrum GFZ, 1-139. Doi: https://doi.org/10.2312/GFZ.NMS OP-2_ch7
Partono, W., Irsyam, M., R.W, S., & Maarif, S. (2013). Komparasi Nilai Faktor Amplifikasi Tanah dengan Pendekatan SSA dan HVSR pada Wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Teknik, Vol. 34(3), hal. 141-149. https://doi.org/10.14710/teknik.v34 i3.6983
Sungkono & Santosa, B. J. (2011). Karakterisasi Kurva Horizontal-to- Vertical Spectral Ratio: Kajian Literatur dan Permodelan. Jurnal Neutrino, Vol. 4(1), hal. 1-15. Doi: https://doi.org/10.18860/neu.v0i0.1 662
Nakamura, Y., (2008). On The H/V Spectrum, The 14th World Conference on Earthquake Engineering October 12-17, 2008, Beijing, China.
Herak, M., 2008. Model HVSR-A Matlabs Tool to Model Horizontal to Vertical Spectral Ratio of Ambient Noise. Computers Geosciences, p. 1514-1526.
Nakamura, Y. (1989). A Method for Dynamic Characteristics Esti- mation of Subsurface using Microtremor on the Ground Surface, Quarterly Report of RTRI, 30:1, p.25-33.
SESAME, 2004. Guidelines for The Implementation of the H/V Spectral Ratio Technique on Ambient Vibrations, Europe: SESAME Europen research project.
Tawakal, M. I., 2019. Analisis Struktur Bawah Permukaan Jawa Timur Menggunakan Inversi Ambient noise Rasio Spektrum Horizontal dan Vertikal (HVSR), Tesis. Fakultas Matematika Dan Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.
Zhao, J. X., dkk. (2006). Attenuation Relations of Strong Ground Motion in Japan Using Site Classification Based on Predominant Period. Bulletin of the Seismological Society of America, Vol. 96 (3), hal. 898–913.Doi: https://doi.org/10.1785/012005012 2
Sriyanto, S. P. D. & Ifantyana, I. (2018). Analisis Efek Tapak Lokal pada Lokasi Stasiun Seismik di Pulau Jawa. Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Vol. 14(3), hal. 68-73. Doi: http://dx.doi.org/10.12962/j246046 82.v14i3.3745
Wang, S., & Hao, H. (2002). Effects of random variations of soil properties on site amplification of seismic ground motions. Soil Dyn.and Earth. Eng., Vol. 22(7), pp. 551-564.
Warnana, D.D., Soemitro, R.A.A., Utama, W. (2011). Application of Microtremor HVSR Method for Assessing Site Effect in Residual Soil Slope. International Journal of Basic & Applied Sciences IJBAS-IJENS, Vol.11(4), pp. 73- 78.
Refrizon, A. I. Hadi, K. Lestari, & Oktari, T. (2013). Analisis Percepatan Tanah Maksimum dan Tingkat Kerentanan Seismik Daerah Ratu Agung Kota Bengkulu. Prosiding Semirata FMIPA UNILA.
Pratama, I P. D., Priyanto, D. K., Negara, P. K. G. A. (2020). Ambient Noise Analysis During Nyepi in Denpasar Using Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) Method. Jurnal Geofisika, Vol 18(1), hal. 23- 26. http://dx.doi.org/10.36435/jgf. v18i1.424
Mursitantyo, A., Suarbawa, K. N., & Septiadhi, A. (2015). Analisis Efek Tapak Lokal dari Geologi Tanah di Badung Selatan dan Kota Denpasar dengan Survei Mikrotremor (Studi Kasus Gempa bumi Nusadua 13 Oktober 2011). Buletin Fisika, Vol. 16(2), hal. 16- 23. ISSN 2580-9733
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Wahana Fisika: Jurnal Fisika dan Terapannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Licensed: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.