Analisis Sebaran Mineral Logam pada Sedimentasi Batuan di Daerah Kertajadi, Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggunakan Metoda Geomagnet
DOI:
https://doi.org/10.17509/wafi.v2i1.7019Keywords:
Cidaun, mineral logam, metode magnetik, anomali magnetik, Suseptibilitas, bijih besiAbstract
Cidaun merupakan salah satu daerah pesisir pantai selatan yang terletak pada Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat. Salah satu kelebihan dari daerah pesisir pantai selatan Pulau Jawa adalah terdapat banyaknya mineral logam penghasil besi yang tersebar luas di sepanjang pesisir pantai. Oleh karena itu dilakukanlah eksplorasi untuk memetakan sebaran mineral logam yang ada di daerah Cidaun. Dalam melakukan eksplorasi mineral logam dibutuhkan suatu metode yang paling efektif yaitu eksplorasi geofisika dengan menggunakan metode geomagnet. Proses pengolahan data pada metode geomagnet dilakukan dengan menghitung nilai anomali magnetik dari medan magnetik total yang telah dilakukan koreksi terhadap koreksi harian dan koreksi IGRF. Kemudian dengan metode inversi data yang telah didapat dijadikan sebuah model. Selain itu dilakukan juga interpretasi kualitatif dan interpretasi kuantitatif. Interperetasi kualitatif dilakukan pada data yang telah dimodelkan menggunakan software surfer 11, apabila data tersebut terdapat anomali magnetik bernilai sangat tinggi yang berdekatan dengan nilai anomali magnetik bernilai rendah atau perubahan nilai anomali terjadi secara signifikan kemudian dilakukan proses interpretasi secara kuantitatif. Interpretasi kuantitatif pada penelitian ini dengan dilakukan deliniasi berupa proses sayatan pada perbedaan nilai anomali magnetik yang terjadi perubahan secara signifikan. Tahap selanjutnya data dari proses sayatan tersebut kemudian dilakukanlah pemodelan menggunakan software mag2dc untuk mengetahui sebaran mineral logam dapa daerah tersebut. Berdasarkan data yang telah diolah pada daerah Kertajadi, Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan koordinat 698283 easting -757162 easting dan 9180169 northing -9171050 northing memiliki
rentang nilai anomali magnetik -5 nT – 145 nT. Sedangkan nilai anomali magnetik pada daerah yang telah dilakukan proses sayatan memiliki rentang nilai 84.18 nT - 119.69 nT dengan nilai susptibilitas -0.041000 – 0.050001. Dari rentang nilai suseptibilitas tersebut diduga sebaran mineral yang yang memiliki nilai suseptibilitas positif merupakan bijih besi sedangkan yang bernilai negatif merupakan lempung dan endapan pasir. Dari hasil dari penelitian ini diharapkan data tersebut dapat dijadikan informasi dan referensi bagi masyarakat, peneliti lain dan pengusaha tambang dalam eksplorasi mineral logam.
References
Bilalodin (2010) Kajian Sifat Magnetik Dari Pasir Besi Pantai Logending Kabupaten Kebumen, Program Studi Fisika, Jurusan MIPA Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Burger, H.R.,Sheehan, Anne F., Jones, Craig H., (2006). Introduction to Apllied Geophysiscs, W.W. Norton & Company, New York.
Dobrin, M.B. dan Savit, C.H., 1988, Introduction to Geophysics Prospecting 4th Edition, New York.
Elisyah, H. (2015) Identifikasi Sebaran dan Ketebalan Pasir Besi Daerah Pantai Glagah Indah Siderejo, Temon, Kabupaten Kulon Progo D.I. Yogyakarta dengan Menggunakan Metode Geomagnetik (Skripsi). Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Koesmono (1976) peta geologi lembar Sindangbarang dan Bandar Waru. Direktorat Geologi. Jalan Dipenegoro 57 Bandung.
Massinai, M. A. dkk (2014) Penetapan Metode Geomagnet dalam Pendugaan Potensi Laterit Bijih Besi di Pangalasiang Donggala, Makasar, Prodi Geofisika FMIPA UNHAS Makasar.
NOAA (2016) Magnetic Field Calculators. [Online]. Tersedia https://www.ngdc.noaa.gov/geomagweb/?model=igrf#igrfwmm. Diakses 20 Oktober 2016.
Perkins, D. (2002) Mineralogy 2nd Edition. Prentice-Hall Inc, New Jersey. United Stated of America.
Rauf, Abdul (2012) Miineralisasi Bijih Besi di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. UPN Yogyakarta.
Rusita, Siti Veteran, dkk (2016) Identifikasi Sebaran Bijih Besi dengan Metode Geomagnet di Daerah Pemalongan, Bajuin Tanah Laut, 1916-3965-1-SM.
Sampurno, J. (2013) Aplikasi Metode Magnetik untuk Eksplorasi Bijih Besi Studi Kasus: Bukit Munung Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, 598-2019-1-PB.
Telford, W.M., Geldart, L.P dan Sheriff, R.E. (1990). Applied Geophysics. Second Edition. Cambridge: Cambridge University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2017 Wahana Fisika: Jurnal Fisika dan Terapannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Licensed: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.