Uji Paparan Radiasi Pada Ruangan Panoramik Dengan Menggunakan Surveymeter Di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Tangerang

Authors

  • Desty Anggita Tunggadewi Program Studi Fisika, Universitas Nasional, Indonesia
  • Febria Anita Program Studi Fisika, Universitas Nasional,Indonesia
  • Fauzi Ahmad Program Studi Fisika, Universitas Nasional,Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/wafi.v6i2.34560

Keywords:

surveymeter, paparan radiasi, efektivitas perisai radiasi

Abstract

Pengujian paparan radiasi pada ruang panoramik menggunakan surveymeter di instalasi radiologi RSUD Kabupaten Tangerang dilakukan untuk mengetahui dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi serta efektivitas perisai radiasi pada ruang panoramik. Pengukuran dilakukan saat ekspose dengan pesawat panoramik menggunakan surveymeter. Pengukuran dosis paparan dilakukan pada titik-titik yang telah ditentukan di dalam maupun di luar ruang panoramik, serta dilakukan pengukuran laju dosis (Dx). Pengukuran efektivitas perisai dilakukan pada dinding ruang panoramik, pintu masuk, dan shielding. Hasil perhitungan paparan dosis radiasi pada ruang panoramik menunjukkan nilai pada sisi kiri sebesar 0,945 mSv/h, sisi kanan 3,363 mSv/h, sisi depan 0,439 mSv/h, sisi bagian dalam pintu 0,161 mSv/h, depan shielding 0,947 mSv/h, dan belakang shielding 0,039 mSv/h. Paparan dosis radiasi di luar ruangan yaitu ruang BMD sebesar 0,012 mSv/h, ruang operator 0,020 mSv/h, ruang pendaftaran 0,032 mSv/h, dan pintu luar 0,061 mSv/h. Pengukuran laju dosis (Dx) pada jarak 1 meter dari masing-masing tembok dengan ketebalan 20 cm menghasilkan nilai pada tembok I sebesar 9,03 x 10^-7 mSv/h, tembok II 3,21 x 10^-6 mSv/h, tembok III 4,19 x 10^-6 mSv/h, dan tembok IV 2,89 x 10^-6 mSv/h. Nilai paparan pada shielding dengan ketebalan 5 cm adalah 0,061 mSv/h dan pada pintu dengan ketebalan 4 cm adalah 0,029 mSv/h. Efektivitas perisai radiasi pada ruang BMD sebesar 98,73%, ruang operator 99,40%, ruang pendaftaran 92,71%, pintu bagian belakang 90,06%, atap beton 99,20%, dan belakang shielding 95,88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang panoramik aman bagi pekerja radiasi karena paparan radiasi yang diterima lebih kecil dari nilai batas aman menurut Perka BAPETEN Nomor 4 Tahun 2013.

References

Ancila, C., Hidayanto, E. (2016). Analisa Dosis Paparan Radiasi Pada Instalasi Radiologi Dental Panoramic. Youngster Physics Journal: 441-450.

Susanti, N.T., Prasetyarini, S., Shita, A.D.P. (2016). Pengaruh Pajanan Radiasi Sinar-x dari Radiografi Panoramik Terhadap pH Saliva. E- Journal Kesehatan:Vol.4 (no 2).

Syahria, et al. (2012). Pembuatan Kurva Isodosis Paparan Radiasi di Ruang Pemeriksaan Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Kolaka – Sulawesi Tenggara. Berkala Fisika; Vol 15 (no 4): 123- 132.

Sopandi,Y., Salami, I.R.S. ( 2013). Jurnal Teknik Lingkungan; Vol 19 (no2): 205-214.

Iffah. M., Adiatmika., Adiyana. B. (2018). Kombinasi Penambhan Shielding Timbal Mesin Fluoroscopy Bagasi dan Pengaturan Jarak Pekerja Terhadap Sumber Radiasi Menurunkan Paparan Radiasi Sinar –x dan Kelelahan Mata Pada Pekerja Screening di Bandara International X. Jurnal Ergonomi Indonesia; Vol 4 (no 1).

Hasanah, U. (2016). Kajian Keselamatan Dari Paparan Radiasi Dental x-Ray di Laboratorium Klinik Prahita Diagnostic Center Makasar. Skripsi. Universitas Hasanudin Makasar.

BATAN. 2013. Dasar Proteksi Radiasi Medik, Jakarta, Pusdiklat BATAN.

Published

2021-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Tunggadewi, D. A., Anita, F., & Ahmad, F. (2021). Uji Paparan Radiasi Pada Ruangan Panoramik Dengan Menggunakan Surveymeter Di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Tangerang. Wahana Fisika: Jurnal Fisika Dan Terapannya, 6(2), 83-89. https://doi.org/10.17509/wafi.v6i2.34560