Pemodelan dan Simulasi Microring Resonator dengan Variasi Kopling Sebagai Sensor dan Perangkat Telekomunikasi

Authors

  • Muhammad Zakaria Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Lilik Hasanah Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Endi Suhendi Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/wafi.v2i1.7023

Keywords:

microring resonator, FSR, FWHM, finesse Q-Factor

Abstract

Untuk memperluas dan menghasilkan kualitas sensor yang baik dari Microring Resonator salah satu objek yang dapat divariasikan ialah kopling dalam devais Microring Resonator. Variasi kopling yang gunakan 0.25, 0.3, 0.5, 0.7. untuk luas sensing dapat dilihat pada FSR (Free Spectral Range) dan kualitas sensor dapat dilihat pada FWHM (Full Width Half Maximum) sebagai parameter sensor dan perangkat telekomunikasi. FSR tidak dipengaruhi oleh kopling hanya dipengaruhi oleh jari-jari dan panjang gelombang. Dengan panjang gelombang yang digunakan 1300 dan 1350. FSR terbesar didapat pada nilai 1350. Kualitas sensor yang kita lihat pada FWHM. FWHM terbesar didapat pada 1350 (panjang gelombang) dan 0.7 lebar koplingnya. 

References

Anggraeni,(2014),Design and Fabricated Prototype of Planar Optical Waveguide with Polymer, repository.upi.edu, Universitas Pendidikan Indonesia.

Apriady, D. (2006). Desain dan Fabrikasi Microring-Resonator Sebagai Filter Optik Untuk Jaringan DWDM. Bandung : Institut Teknologi Nasional.

Heebner, J. E., Wong,V., Schweinsberg, A., Boyd, R. W., dan Jackson, D.J. (2004).Optical Transmission Characteristics of Fiber Ring Resonators. IEEE Journal Of Quantum Electronic, Vol.40, No. 6.

Hotmariani, Saktioto, D.(2015),Pemodelan Microring Resonator Irawan Add-drop dalam Memperoleh Harga Kecepatan Data dan Daya untuk Sistem Komunikasi Serat Optik, JOM FMIPA Volume 2 No. 1.

Isnawati, A. F., Riyanto dan Wijayanti, A. E. (2009). Analisis Jarak TerhadapRedaman, SNR (Signal To Noise Ratio),Dan Kecepatan Download Pada Jaringan ADSL. Purwokerto.

Manggolo, I., Marzuki, M., Alaydrus, M. (2011). Optimalisasi Perencanaan Jaringan Akses Serat Optik Fiber To The Home Menggunakan Algoritma Genetika. InComTech, Jurnal Telekomunikasi dan Komputer, Vol.2, No.2.

Mohamad A., Bahadoran M., Daud S., Tufail K., Aziz M.S., Jalil M.A., Ali J., (2015). Analysis of Temperature Sensor in All-Pass Microring Resonator. www.jurnalteknologi.utm.my | eISSN 2180–3722.

Sadegh, A., Alavi, S.E., Mahdaliza, S. (2015). Soliton Coding for Secured Optical Communication Link. SpringerBriefs in Applied Sciences and Technology.

Song J., Luo X., Tu X., Park M K., Kee J S., Zhang J., Yu M.,Lo G.,and Kwong D. (2014), Electrical tracing-assisted dual microring label-free optical bio/chemical sensors, Optics Express Vol. 20.

Syah, H.S.D., Ajulian, A. (2014). Penarikan Jaringan Baru FTTH ODC-SMT-FQ hingga ODP-SMT-FQ.Semarang : Universitas Diponegoro.

Published

2017-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Zakaria, M., Hasanah, L., & Suhendi, E. (2017). Pemodelan dan Simulasi Microring Resonator dengan Variasi Kopling Sebagai Sensor dan Perangkat Telekomunikasi. Wahana Fisika: Jurnal Fisika Dan Terapannya, 2(1), 57-66. https://doi.org/10.17509/wafi.v2i1.7023