Penentuan Zonasi Gempa berdasarkan Pola Penyebaran Gempa Bumi di Daerah Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Siti Azizah Sutisna Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Mimin Iryanti Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Judhistira Aria Utama Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/wafi.v3i1.10968

Keywords:

zonasi gempa, seismisitas, software Arcgis 10.3., metode Gutenberg Richter, intensitas gempa bumi

Abstract

Provinsi Jawa Barat dibatasi oleh 5°50’ sampai 7°50’ Lintang Selatan dan 104°48’ sampai 108°48’ Bujur Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seismisitas dan zonasi di daerah Provinsi Jawa Barat. Seismisitas dapat di ketahui dari peta seismisitas berdasarkan kedalaman dan magnitudo, untuk memperoleh peta seismisitas di daerah Provinsi Jawa Barat yaitu dengan menggunakan data gempa bumi tektonik harian atau realtime dengan periode terjadinya gempa bumi pada tahun 2000-2015, yang bersumber dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Klas 1 Bandung. Data gempa terdiri dari tanggal, waktu terjadinya gempa, lintang, bujur, kedalaman dan magnitudo (M ≥ 4.5 SR), data yang ada di proses dengan menggunakan Software Arcgis 10.3 sehingga menjadi peta seismisitas yang telah di klasifikasikan berdasarkan kedalaman dan magnitudo gempa bumi. Zonasi di daerah Provinsi Jawa Barat di peroleh dengan menentukan nilai Percepatan Tanah Maksimum (Peak Ground Acceleration) yang terbagi kedalam 18 kabupaten, dan menentukan nilai PGA dan intensitas gempa di setiap Kabupaten, adapun cara untuk memperoleh nilai PGA dan intensitas gempa yaitu dengan melakukan proses perhitungan data gempa yang ada, dengan menggunakan metode Gutenberg Richter. Sehingga di peroleh kesimpulan berdasarkan peta seismisitas di dapatkan distrubusi gempa bumi berjumlah 792 gempa bumi, serta zonasi gempa bumi di daerah Provinsi Jawa Barat berdasarkan nilai PGA sebesar 25-29 gal, dan nilai intensitas gempa bumi sebesar V.

 

References

Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (2017). Kondisi Geografis Jawa Barat. (jabarprov.go.id) diakses pada tanggal 14 Februari 2017.

Pannekoek. (1949). Garis Besar Geomorfologi Pulau Jawa. Diterjemahkan Budi Busri. Jakarta: Tanpa Penenerbit.

Tjasyono, Bayong HK. (2003). Geosains. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Waluyo, et. Al. Penentuan Episenter Gempa - Gempa Mikro atau Lokal dengan Menggunakan Tiga Buah Seismograf. Bandung: Makalah PIT HAGI VII.

Pranata, D., Erlansari, A., & Setiawan, Y. (2017). SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN PERCEPATAN GETARAN TANAH DAN TINGKAT RESIKO KERUSAKAN GEMPA BUMI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GUTENBERG RICHTER DAN INTENSITAS SKALA MERCALLI (Studi Kasus: Provinsi

Bengkulu). Rekursif: Jurnal Informatika, 5(1).

Lay, T dan Wallance, T, C. (1995). Modern global seismology. (https:// books.google.com.au) diakses tanggal 13 Februari 2017.

Louie, J. (1996). The Modified Mercalli Scale Of Earthquake intensity. (crack.seismo.unr.edu) diakses tanggal 14 Februari 2017.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2017). Skala Intensitas Gempa bumi (http:// www.bmkg.go.id), diakses tanggal 15 Februari 2017.

Sarwono, J (2006). Teori Analisis Korelasi, Mengenal Analisis Korelasi. (http://www.jonathansarwono.info/korelasi/ korelasi.htm), di akses tanggal 05 Oktober 2017.

Published

2018-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Sutisna, S. A., Iryanti, M., & Utama, J. A. (2018). Penentuan Zonasi Gempa berdasarkan Pola Penyebaran Gempa Bumi di Daerah Provinsi Jawa Barat. Wahana Fisika: Jurnal Fisika Dan Terapannya, 3(1), 62-72. https://doi.org/10.17509/wafi.v3i1.10968