Estimasi Kandungan CBM Tertinggi Dengan Metode Ordinary Kriging di Daerah Mangunjaya dan Sekitarnya Provinsi Sumatera Selatan

Authors

  • Tania Dianda Budhiprameswari Universitas Pendidikan Indonesia Author
  • Dewi Rachmatin Universitas Pendidikan Indonesia Author
  • Lukman Universitas Pendidikan Indonesia Author

Keywords:

Ordinary Kriging, CBM, Coal Bed Methane, Software R, Geostatistika

Abstract

The scarcity of energy is becoming the one of important problem that occured in Indonesia in a few years back because one of the conventional energy that slowly decreasing in the production. On the other hand, oil production isn’t enviromentally friendly so it needs a new alternative solutions to overcome the scarcity of energy, which is CBM (Coal Bed Methane) or Methane. In this research the estimation is done with an ordinary kriging method. The estimation is done to obtain a new location in a region that’s undetected around the existing drilling location which is 39 new locations with the highest number of CBM 26,4623173% and we could get the new prediction location with the highest number of CBM which is on x 02°56'34,1758”LS, y 103°37'16,4027" BT, and z 47,67 metres. To make time more efficient, the process of estimation and prediction helped with the assistance of software R using package sp and gstat.

ABSTRAK

Kelangkaan energi menjadi salah satu permasalahan penting yang terjadi di Indonesia selama beberapa tahun silam dikarenakan salah satu energi konvensional yaitu minyak bumi lama kelamaan semakin menurun produksinya. Di sisi lain, produksi minyak bumi tidak ramah lingkungan sehingga dibutuhkan solusi sumber alternatif baru untuk mengatasi kelangkaan energi tersebut yaitu CBM (Coal Bed Methane) atau gas metana. Pada penelitian ini dilakukan pengestimasian kandungan CBM dengan metode ordinary kriging. Pengestimasian ini dilakukan agar didapat lokasi baru pada daerah yang tidak tersampel di sekitar lokasi pengeboran yang sudah ada yaitu sebanyak 39 lokasi baru dengan estimasi kandungan CBM tertinggi sebesar 26,4623173% dan agar didapat prediksi titik pengeboran baru yang mengandung kandungan CBM tertinggi yaitu pada nilai absis x 02°56'34,1758”LS, nilai ordinat y 103°37'16,4027" BT, dan elevasi z 47,67 meter. Untuk mengefektifkan waktu, proses pengestimasian dan prediksi dilakukan dengan bantuan software R menggunakan package sp dan gstat.

References

Cressie, N. (1985). Fitting Variogram Models by Weighted Least Square. Mathematical Geology 17 , 563-585.

Energisiana. (2012). Energi untuk Peradaban. Dipetik November 10, 2017, dari Energi untuk Peradaban: https://energisiana.wordpress.com/category/berita energi-dan-lingkungan

Noviana, A. E. (2015). Metode Robust Kriging dan Penerapannya Pada Data Geostatistika. Yogyakarta: (Skripsi) Program Studi Matematika Universitas Negeri Yogyakarta (Tidak diterbitkan).

Olea, R. A. (1999). Geostatistics for Engineers and Earth Scientists. New York: Springer.

Raharjo, I. B. (2010). Belajar Memaknai. Dipetik November 10, 2017, dari Website Belajar Memaknai: https://imambudiraharjo.wordpress.com/2010/01/19/mengenal-cbm-coal-bed methane

Downloads

Published

2019-11-01

How to Cite

Estimasi Kandungan CBM Tertinggi Dengan Metode Ordinary Kriging di Daerah Mangunjaya dan Sekitarnya Provinsi Sumatera Selatan. (2019). Jurnal EurekaMatika, 7(1), 24-33. https://ejournal-science.upi.edu/jem/article/view/216