Penerapan Model Egarch-M Dalam Peramalan Nilai Harga Saham dan Pengukuran Value At Risk (Var)
Keywords:
Volatilitas, Return, Heteroscedastic, Asimetris, EGARCH-M, Value at Risk (VaR)Abstract
Dalam melakukan investasi dalam saham, investor biasanya memerhatikan tingkat pengembalian (return) dan risiko dari investasi saham tersebut. Dalam penerapannya pada teori finansial, tingkat pengembalian diasumsikan sebagai mean dan risiko diasumsikan sebagai volatilitas dari harga saham. Untuk memodelkan harga saham dapat digunakan beberapa model seperti model Autoregressive (AR), Moving Average (MA), dan Autoregressive Moving Average (ARMA) yang memiliki asumsi variansi residual konstan atau pun model Autoregressive Conditional Heteroscedastic (ARCH) dan Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedastic (GARCH), dimana model ini dapat memodelkan variansi residual yang tidak konstan. Dalam teori finansial dinyatakan bahwa aset dengan risiko yang lebih tinggi akan memberikan return yang lebih tinggi juga pada rata-ratanya. Mengacu pada hal tersebut maka dikembangkan model Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedastic in mean (GARCH-M). Akan tetapi, model GARCH-M mempunyai asumsi bahwa terdapat gejolak yang bersifat simetris dalam volatilitasnya. Kenyataannya, di lapangan dapat ditemukan beberapa kasus dimana terdapat gejolak yang bersifat asimetris yang biasa disebut leverage effect dalam volatilitas. Sehingga untuk kasus seperti ini model yang lebih tepat adalah model volatilitas Exponential Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedastic in mean (EGARCH-M). Selain return, pengukuran risiko juga merupakan hal yang penting. Salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengestimasi risiko adalah Value at Risk (VaR).
References
Agung, I.G.N. (2009). Time Series Data Analysis Using Eviews. Singapore: John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd.
Best, P. (1998). Implementing Value at Risk. England: John Wiley & Sons, Ltd.
Bollerslev, T. (1986). “Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity”. Journal of Econometrics, 31, 307-327.
Brooks, C. (2008). Introductory Econometrics for Finance (second ed.). United States of America: Cambridge University Press
Chatfield, C. (2000). Time-Series Forecasting. United States of America: Chapman & Hall/CRC.
Engle, R.F. (1982). “Autoregressive Conditional Heteroscedasticity with Estimates of the Variance of U.K. Inflation”. Econometrica, 50, 987-1008.
Habsah, S. (2009). Model Volatilitas Exponential Generalized AutoregressiveConditional Heteroskedasticity (EGARCH). Tugas Akhir Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung: tidak diterbitkan.
Halim. S. (2006). Diktat - Time Series Analysis. Surabaya: Universitas Kristen Petra.
Hamilton, J.D. (1994). Time Series Analysis. Princeton, NJ: Princeton University Press.
Koulakiotis, A., et al. (2006), ”More Evidence on The Relationship between Stock Price Returns and Volatility: A Note”. International Research Journal of Finance and Economics. Issue 1, 21-28.
Oskooe, S.A.P. dan Shamsavari, A. (2011). “Asymmetric Effects in Emerging Stock Markets-The Case of Iran Stock Market”. International Journal of Economics and Finance. Vol. 3, No. 6.
Pratiwi, I. (2011). Penerapan Model GARCH-M dalam Peramalan Nilai Harga Saham dan Pengukuran Value at Risk (VaR). Tugas Akhir Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung: tidak diterbitkan.
Siswanto, E. (2011). Model Volatilitas Nonlinear Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (N-GARCH). Tugas Akhir Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung: tidak diterbitkan.
Soejoeti, Z. (1987). Analisis Runtun Waktu. Jakarta: Karunia Jakarta Universitas Terbuka.
Tsay, R.S. (2005). Analysis of Financial Time Series (second ed.). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
